Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menyelenggarakan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan bagi mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan langkah awal dalam membekali mahasiswa baru dengan pemahaman menyeluruh tentang dunia perkuliahan, sistem akademik, serta kehidupan kemahasiswaan di lingkungan kampus STIS.
Kegiatan ini terbagi dalam tiga sesi utama, masing-masing menghadirkan narasumber yang kompeten dan memiliki peran strategis dalam pengembangan akademik dan kemahasiswaan STIS.
Sesi pertama dibuka oleh Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Dr. Yusuf, S.H.I., M.H.I. Dalam pemaparannya, Dr. Yusuf menjelaskan struktur dan sistem akademik yang berlaku di STIS, termasuk kurikulum, sistem kredit semester, evaluasi hasil belajar, hingga etika akademik yang wajib dijunjung oleh seluruh mahasiswa. Ia juga menyoroti pentingnya mahasiswa memahami hak dan kewajiban dalam kegiatan akademik dan non-akademik.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut cerdas secara intelektual, tetapi juga harus aktif, disiplin, dan menjunjung tinggi etika dalam menempuh studi,” ujarnya. Selain itu, Dr. Yusuf juga memperkenalkan berbagai layanan kemahasiswaan dan peluang pengembangan diri di luar kelas.
Sesi kedua diisi oleh Ketua STIS, Dr. Etika Rahmawati, S.H., M.Kn., yang membawakan materi mengenai struktur organisasi kampus dan tata kelola kelembagaan. Beliau menjelaskan bagaimana peran masing-masing unsur pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, serta lembaga-lembaga penunjang akademik di lingkungan STIS. Penjelasan ini bertujuan agar mahasiswa baru memahami mekanisme birokrasi dan dapat berinteraksi secara tepat dengan berbagai unit kampus.
Dr. Etika juga menekankan bahwa kampus bukan hanya tempat belajar, tetapi juga tempat membentuk karakter, jaringan, dan kontribusi sosial. “Pahami sistemnya, hormati prosesnya, dan maksimalkan setiap peluang untuk tumbuh dan berkembang di kampus ini,” pesannya.
Sebagai penutup, sesi ketiga disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIS, Satria Mandala Putra, yang memperkenalkan dunia kemahasiswaan dari perspektif organisasi intra kampus. Dalam presentasinya, Satria menjelaskan berbagai organisasi kemahasiswaan yang aktif di STIS, seperti BEM dan komunitas-komunitas mahasiswa.
Ia mengajak mahasiswa baru untuk tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif berorganisasi sebagai bentuk aktualisasi diri dan pengembangan soft skills. “Kampus adalah ruang pembelajaran yang luas. Aktiflah di organisasi untuk menambah pengalaman, relasi, dan wawasan,” ungkapnya dengan semangat.
Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan antusias dari para mahasiswa baru. Dengan diselenggarakannya pengenalan budaya akademik ini, diharapkan mahasiswa baru STIS Syarif Abdurrahman dapat lebih siap menghadapi dunia perkuliahan dan aktif berkontribusi dalam kehidupan kampus secara positif dan produktif.