Focus Group Discussion (FGD) Buku Pedoman Skripsi Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam STIS Syarif Abdurrahman Pontianak

Focus Group Discussion (FGD) Buku Pedoman Skripsi Mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam STIS Syarif Abdurrahman Pontianak

Program Studi Hukum Keluarga Islam di STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk menyusun dan memfinalisasi Buku Pedoman Skripsi Mahasiswa. Acara  ini dipimpin langsung oleh Ketua STIS, Dr. Etika Rahmawati, S.H., M.Kn.,  dan didampingi oleh Ketua Panitia yakni Kawakib, M.H.

Diskusi yang dilaksanakan di ruang sidang utama kampus ini dihadiri oleh jajaran dosen tetap Program Studi serta Ketua Prodi dan struktur akademik lainnya. FGD bertujuan menyelaraskan sistematika penyusunan skripsi mulai dari struktur bab, kerangka teori, hingga metodologi dan format administrasi seperti halaman pengesahan dan daftar pustaka agar lebih relevan dengan tuntutan akademik dan standar akreditasi yang telah dimiliki.

FGD berlangsung interaktif peserta memberikan masukan konkret terhadap tata penomoran, gaya sitasi, hingga penyusunan outline skripsi yang lebih fleksibel. Diskusi juga mencakup penyederhanaan prosedur administrasi yang selama ini dipertimbangkan terlalu birokratis.

Bersama Ketua Panitia Kawakib, M.H., tim sepakat membentuk kelompok kerja untuk menyelesaikan revisi akhir buku pedoman. Rencana ditetapkan agar pedoman final sudah siap dan mulai diterapkan sebelum dimulainya semester mendatang.

Melalui FGD ini, STIS Syarif Abdurrahman Pontianak menegaskan komitmennya untuk terus membenahi sistem akademik dan administrasi, demi kualitas pendidikan yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan mahasiswa Program Studi Hukum Keluarga Islam.


Review Kurikulum Transformasi Kurikulum Menuju Pembelajaran Berbasis OBE

Review Kurikulum Transformasi Kurikulum Menuju Pembelajaran Berbasis OBE

Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar kegiatan Review Kurikulum sebagai bagian dari proses transformasi sistem pembelajaran menuju pendekatan Outcome-Based Education (OBE), Sabtu (26/7). Kegiatan strategis ini menghadirkan narasumber utama, Prof. Dr. Muhammad Hasan, M.Ag.

Dalam sesi pemaparannya, Prof. Hasan mengangkat isu krusial seputar tantangan transformasi kurikulum di lingkungan pendidikan tinggi keislaman. Menurutnya, pergeseran dari pendekatan content-based menuju outcome-based menuntut perubahan menyeluruh, tidak hanya pada struktur kurikulum tetapi juga budaya akademik.

Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh pimpinan, dosen, dan tim kurikulum STIS. Dalam sesi diskusi, peserta aktif memberikan masukan terkait integrasi antara ilmu syariah, kebutuhan lokal Pontianak Kalimantan Barat, dan standar mutu nasional.

Sosialisasi SIAKAD dan JURNAL STIS Syarif Abdurrahman Pontianak

Sosialisasi SIAKAD dan JURNAL STIS Syarif Abdurrahman Pontianak

Sekolah Tinggi Ilmu Syari’ah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak menggelar kegiatan Sosialisasi Sistem Informasi Akademik (SIAKAD) dan Pengelolaan Jurnal Ilmiah selama dua hari berturut-turut, pada tanggal 22 dan 23 Juli 2025. Kegiatan ini diadakan di Aula STIS Syarif Abdurrahman dan diikuti oleh seluruh dosen serta tenaga kependidikan sebagai bentuk penguatan sistem akademik dan publikasi ilmiah kampus.

Hadir sebagai narasumber utama, Bapak Ahmad Sunoko, Beliau memberikan materi mendalam mengenai optimalisasi penggunaan SIAKAD sebagai sarana digitalisasi layanan akademik, mulai dari pengisian KRS, penilaian dosen, hingga pelaporan akademik yang terintegrasi. Tak hanya itu, sesi kedua pada hari berikutnya difokuskan pada pengelolaan jurnal ilmiah berbasis OJS (Open Journal System), mulai dari tata kelola, pengelolaan naskah, hingga peningkatan akreditasi jurnal.

Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kampus untuk memperkuat tata kelola akademik dan meningkatkan mutu tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam hal publikasi ilmiah dosen.

“Kita ingin mendorong budaya digital dan literasi akademik di lingkungan STIS. Harapannya, SIAKAD menjadi alat bantu yang efektif dan jurnal kita ke depan bisa terakreditasi nasional.” ujarnya.

Peserta kegiatan tampak antusias mengikuti setiap sesi, yang dikemas secara interaktif dengan praktik langsung. Banyak dari peserta mengaku mendapatkan pemahaman baru yang aplikatif, khususnya dalam mengelola data akademik dan mendukung proses publikasi artikel ilmiah.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, STIS Syarif Abdurrahman Pontianak semakin menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik berbasis digital serta mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah di lingkungan kampus.

PEMBUKAAN WORKSHOP OPERATOR PANGKALAN DATA DAN SOSIALISASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA TERINTEGRASI (SISTER) BAGI PTKIS WILAYAH KALIMANTAN BARAT

PEMBUKAAN WORKSHOP OPERATOR PANGKALAN DATA DAN SOSIALISASI SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA TERINTEGRASI (SISTER) BAGI PTKIS WILAYAH KALIMANTAN BARAT

Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak sukses menyelenggarakan kegiatan Workshop Operator Pangkalan Data dengan tema “Penguatan Kapasitas Operator Pangkalan Data Perguruan Tinggi Keagamaan Swasta Wilayah Kalimantan Barat”, yang dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SISTER bertema “Sosialisasi dan Pelatihan Penggunaan Aplikasi SISTER bagi Dosen PTKIS Wilayah Kalimantan Barat”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Drs. H. Husain Hamzah, Ketua Yayasan Al-Madani Syarif Abdurrahman Pontianak, dan dihadiri oleh para operator Pangkalan Data dan dosen dari berbagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS) se-Kalimantan Barat. Bertempat di aula Hotel Maestro Pontianak, acara ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengelolaan data serta memfasilitasi pemahaman dan implementasi aplikasi SISTER di lingkungan PTKIS.

Dalam sambutannya, Ketua STIS Syarif Abdurrahman Pontianak, Dr. Etika Rahmawati, S.H., M.Kn, menyampaikan bahwa akurasi data dan penguasaan sistem informasi menjadi komponen vital dalam tata kelola perguruan tinggi yang baik. “Workshop ini menjadi upaya strategis kami untuk mendukung peningkatan mutu manajemen data di PTKIS serta mendukung proses digitalisasi akademik melalui aplikasi SISTER,” ujarnya.

Sesi workshop difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis operator dalam mengelola Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), sedangkan pada sesi sosialisasi SISTER, para dosen mendapatkan bimbingan langsung mengenai penggunaan aplikasi untuk pengisian data pribadi, riwayat pendidikan, publikasi ilmiah, jabatan fungsional, serta kompetensi lainnya.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan operator dan dosen PTKIS di Kalimantan Barat mampu mengoptimalkan peran mereka dalam mendukung integrasi data nasional dan mewujudkan tata kelola perguruan tinggi berbasis digital yang akuntabel dan transparan.

STIS Syarif Abdurrahman Pontianak Rayakan Milad ke-37: STISSA untuk Negeri – Intelektual Rabbani, Profesionalisme Islami

STIS Syarif Abdurrahman Pontianak Rayakan Milad ke-37: STISSA untuk Negeri – Intelektual Rabbani, Profesionalisme Islami

Pontianak – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Syarif Abdurrahman Pontianak merayakan Milad ke-37 dengan penuh semarak pada 20 Juli 2025, mengusung tema “STISSA untuk Negeri: Intelektual Rabbani, Profesionalisme Islami.” Perayaan ini menjadi momen istimewa untuk merefleksikan kiprah panjang STISSA dalam mencetak generasi intelektual muslim yang berakhlak, kompeten, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.

Acara milad yang digelar di kampus STISSA dihadiri oleh pimpinan yayasan, civitas akademika, alumni, tokoh masyarakat, serta mitra institusi pendidikan dan pemerintahan. Rangkaian kegiatan meliputi tasyakuran, orasi ilmiah, seminar pendidikan, peluncuran program pengabdian masyarakat, hingga pentas seni dan budaya Islami oleh mahasiswa.

Ketua STIS Syarif Abdurrahman, Dr. Etika Rahmawati, S.H., M.Kn. dalam sambutannya menegaskan bahwa usia 37 tahun bukan sekadar angka, melainkan simbol dari perjalanan panjang institusi yang terus berikhtiar menjadi pusat pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. Ia juga mengajak seluruh komponen kampus untuk menjaga nilai-nilai rabbaniyah, memperkuat profesionalisme, dan senantiasa menghadirkan manfaat bagi umat.

“Melalui semangat ‘STISSA untuk Negeri’, kami ingin menegaskan kembali komitmen bahwa keberadaan kampus ini bukan hanya untuk mencetak sarjana, tapi untuk membentuk intelektual-intelektual rabbani yang mampu menjawab tantangan zaman dengan nilai-nilai Islam yang kokoh dan profesionalisme yang tinggi,” ungkapnya.

 

Milad ini juga menjadi momentum peluncuran sejumlah program strategis STISSA, termasuk penguatan kurikulum berbasis integrasi ilmu, peningkatan kualitas dosen dan tenaga kependidikan, serta penguatan kolaborasi dengan berbagai lembaga nasional.

Sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam yang telah hadir selama lebih dari tiga dekade, STIS Syarif Abdurrahman terus meneguhkan diri sebagai pilar pendidikan tinggi Islam di Kalimantan Barat, dengan misi besar membangun sumber daya manusia yang religius, cendekia, dan berintegritas.